Senin, 27 Januari 2025

Aqiqah

AQIQAH
Oleh m. busyrowi abdulmannan

I. PENGERTIAN

A. Menurut bahasa, berasal dari kata : عَقَّ ـ يَعِقُّ ـ عَقِيْقَةً  
Yang artinya : Rambut bayi bawaan sejak lahir
B. Menurut Istilah, Upacara pemberian nama seorang bayi dengan disembelihkan kambing dan pertama dicukur rambutnya
مسند أحمد ١٩٣٢٧: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُمَاطُ عَنْهُ الْأَذَى وَيُسَمَّى
Musnad Ahmad 19327: Telah menceritakan pda kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Aban Al 'Atthaar, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Al Hasan dari Samurah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya di hari ke tujuh, dijauhkan dari gangguan ( dicukur rambutnya) dan diberi nama."

C. Bayi muslim, sebaiknya upacara pemberian namanya secara Islami yaitu diaqiqahi. 
Sangat kasihan masa depannya jika bayi Muslim tapi upacara peemberian namanya secara Hindu, yaitu upacara SELAPANAN. 
Jika dilakukan upacara SELAPANAN, berarti melanggar aturan Allah :
1. yaitu Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 42
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
2/42. dan janganlah kamu campur adukkan yang hak(tuntunan Islam) dengan yang bathil(tradisi,adat ) dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.
Kalau ayat ini digunakan menjelaskan kelahiran bayi, maksudnya: jangan kamu campur adukkan yang HAQ (Aqiqah) dengan yang BATHIL (selapanan), dan janganlah kamu sembunyikan ( tidak melakukan aqiqah justru melakukan selapanan), sedang kamu mengetahui (bahwa selapanan itu tradisi Hindu)
2. Bahkan bisa saja kita terjerumus dalam dlalim, sebagaimana Q S Yunus : 106
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
10/106. dan janganlah kamu melakukan ritual/tradisi yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".
D. Lebih fatal lagi selapanan diniyatkan wujud syukur kepada Allah SWT, selapanan diniyatkan shadaqah. Hal ini keliru besar, karena bagaimana tuntunan syukur dan bershadaqah, dengan apa kita bersyukur dan bershadaqah siapa yang berhak menerima shadaqah sudah diatur dalam Islam secara sempurna. Selapanan diniyatkan bershadaqah berarti membuat sunnah baru di luar sunnah yang telah sempurna dituntunkan Islam.

II. HUKUM AQIQAH
Berdasar berbagai pendapat tentang hukum aqiqah, diantaranya ialah: 
A. Pendapat lain mengatakan hukumnya wajib. Karena alasan dalil aqiqah dalam matan / textual hadits adalah fi’il amar atau kata kerja yang mengandung perintah. Dan dalam qaidah Ushul Fiqh menyebutkan Al Ashlu Fil Amri lil Wujub, artinya pada dasarnya semua perintah itu mengandung kewajiban.
B. Imam Abu Hanifah, antara wajib dan sunnah, derajatnya dibawah wajib diatas sunnah.
C. Imam Malik, Imam syafi’i , Jumhur (kebanyakan ) ulama berpendapat hukumnya sunnat

III. YANG MELAKSANAKAN AQIQAH
A. Menilik dari beberapa hadits , antara lain dari Ibnu Abbas riwayat Abu Dawud dan Nasai bahwa yang berkewajiban melaksanakan aqiqah ialah orang tua untuk anaknya yang baru lahir untuk upacara pemberian nama
B. Bukan anak yang telah dewasa mengaqiqahkan dirinya sendiri ( mungkin dulu karena suatu hal orangtuanya tidak mengaqiqahkan )
C. Dan juga bukan anak mengaqiqahkan orangtuanya. Apalagi orangtuanya sudah meninggal.

IV. WAKTU PELAKSANAAN AQIQAH
A. Menurut hukum dasar, aqiqah itu upacara pemberian nama bayi. Maka waktu pelaksanaan aqiqah ialah pada saat bayi umur tujuh hari

V. BAYI LAHIR
A. BAYI LAHIR MULAI DIGANGGU SETAN
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُونُسَ سُلَيْمًا مَوْلَى أَبِي هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ بَنِي آدَمَ يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَا
Artinya : “Setiap anak Adam akan disentuh oleh syetan di saat ibunya melahirkannya, kecuali Maryam dan anaknya (Isa).” 
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan syaitan." (HR. Muslim)
Dari hadits di atas dijelaskan bahwa semua manusia, entah orang tuanya muslim atau tidak, ketika bayi lahir maka akan didatangi syaitan dan diganggu pada saat dilahirkan. Datangnya syaitan pada saat itu adalah untuk menancapkan tusukan ujung jarinya pada kedua mata anak Adam.

Nah, jika diadakan SELAPANAN maka tusukan itu mendalam dan akan tertusuk terus. Ketika dewasa sulit menerima kebenaran 

Maka untuk menghindari/menghilangkan tusukan setan itu ialah dengan ‘AQIQAH

B. DOA BAYI LAHIR / DOA SEMASA BAYI.
Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, serta dari pemandangan yang menyeramkan. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani).
Doa ini sebaiknya sering / selalu diucapkan oleh :
1. Ibu yang melahirkan
2. Semua keuarga
3. Saudara, tetangga yang mengunjunginya

C. ADZAN DAN IQAMAH DAGI BAYI LAHIR
Adapun bayi saat lahir diadzani telinga kananya dan diqiamat ditelinga kiri, haditsnya dlia’f menjurus ke maudlu’

1. Dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’, dari ayahnya (Abu Rofi’), beliau berkata,
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ
“Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali ketika Fathimah melahirkannya dengan adzan shalat.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
- perowi yang jadi masalah adalah ‘Ashim bin Ubaidillah.
- Ibnu Hajar menilai ‘Ashim dho’if (lemah). 
- Begitu pula Adz Dzahabi mengatakan bahwa Ibnu Ma’in mengatakan ‘Ashim dho’if (lemah). 
- Al Bukhari dan selainnya mengatakan bahwa ‘Ashim adalah munkarul hadits (sering membawa hadits munkar/maudlu’).

2. Dari Al Husain bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ الصَّلَاةَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
“Setiap bayi yang baru lahir, lalu diadzankan di telinga kanan dan dikumandangkan iqomah di telinga kiri, maka ummu shibyan tidak akan membahayakannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu Sunny dalam Al Yaum wal Lailah). Ummu shibyan adalah jin (perempuan) pengganggu bayi.
- Jubaaroh dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz Dzahabi dho’if (lemah).
- Yahya bin Al ‘Alaa’ dinilai oleh Ibnu Hajar orang yang dituduh dusta dan Adz Dzahabi menilainya matruk (hadits yang diriwayatkannya ditinggalkan).
- Marwan bin Salim dinilai oleh Ibnu Hajar matruk (harus ditinggalkan), dituduh lembek dan juga dituduh dusta.
- Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 321 menilai bahwa Yahya bin Al ‘Alaa’ dan Marwan bin Salim adalah dua orang yang sering memalsukan hadits.
Imam Bukhari, berkata bahwa hadits dla’if jangan diamalkan apalagi munkar / maudlu’ 

VI. TUNTUNAN AQIQAH
Pelaksanan Aqiqah menurut matan/teks hadits yang shahih HANYALAH pada hari ke tujuh 
Imam Malik dalam At-Tamhid menyatakan bahwa: “Tidak dilaksanakan aqiqah bagi mereka yang sudah dewasa dan tidak dilaksanakan aqiqah bagi bayi yang dilahirkan kecuali pada hari ke tujuh dan jika melebihi hari ketujuh maka tidak perlu dilaksanakan aqiqah.” (At-Tamhid 4/312)
Urutan pelaksanaan aqiqah sebabagai berikut : 
A. Penyembelihan
B. Pencukuran 
C. Pemberian nama


A. Penyembelihan Kambing

1. Jenis, syarat dan jumlah ternak aqiqoh :

a. Jenis hewan ternak untuk aqiqah ialah disebutkan dalam hadits ialah kambing / domba / biri-biri

b. Syarat hewan ternak yang dapat dijadikan aqiqah sama dengan syarat hewan qurban

c. Jumlah hewan aqiqah ialah :
Menurut Ibnu Abbas riwayat Abu Dawud, untuk bayi laki-laki satu ekor ( dengan demikian bayi perempuan cukup satu ekor)
Menurut Imam an Nasai, untuk bayi laki- laki dua ekor,perempuan 1 ekor

2. Cara penyembelihan

a. Syarat penyembelihan sama dengan syarat penyembelihan hewan ternak yang lain.

b. Ucapan ketika akan meyembelih, sebaiknya berdoa :
 بِسْمِ اللهِ ، اللهُ اَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَ لَكَ ، هَذِهِ عَقِيْقَةُ مِنْ .... 
Artinya : “Dengan Nama Allah, Allah maha Besar, ya Allah sunnah ini dariMu dan untukMu, aqiqah ini dari ……( SEBUT NAMA ANAK YANG DIAQIQAHI)”.
Contoh penyebutan :
BISMILLAAHI , ALLOOHU AKBAR, ALLOOHUMMA MINKA WA LAKA, HAADZIHI NGAQIQOTU MIN AALI ……… ( SEBUT NAMA ANAK YANG DIAQIQAHI)”.

c. cara memasak berdasar hadits dari Ja’far bin Muhammad riwayat Abu Dawud, sebisa mungkin ruas-ruas tulang kambing biarlah pisah dengan sendirinya dalam ketika dimasak. Usahakan jangan mematahkan tulang.

d. Perbanyaklah kuah sehingga merata jangkauan pemberian

e. Tidak ada dalil yang melarang keluarga yang aqiqah TIDAK boleh memakan daqing aqiqahnya. Bahkan dituntunkan keluarga yang melaksanakan aqiqah memakan daging aqiqah, baik aqiqah itu nadzar atau tidak.

3. Cara pemberian masakan daging aqiqah
Setelah dimasak , diberikan :

a. Yang pertama diberi ialah sanak . keluarga yang dirasa paling tidak mampu, dan dipilihkan daging yang paling baik. Baru kemudian pemberian kepada tokoh masyarakat dan tetangga yang dianggap kaya

b. Janga terbalik, daging yang paling baik diberikan pada tokoh masyarakat dan tetangga yang kaya setiap saat mampu membeli daging. 

c. Kemudian baru memberi tetangga yang miskin, pemberiannya pun dengan sedikit dagingIni pun kalau teringat atau diingatkan oleh tetangga, untuk memberi fakir miskin untuk pesta keluarga / tetangga yang hadir

d. diberikan kepada sanak keluarga dan tetangga baik dengan cara diundang pesta atau diantar ke rumah masing-masing. Dan baik pula dilampiri lembaran tulisan doa :
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, serta dari pemandangan yang menyeramkan. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani).

B. Pencukuran Rambut

1. Waktu mencukur, pada saat upacara pemberian nama

2. Cara dicukur menurut sunnah :
- semua ( gundul ) dimulai dari kepala sebelah kanan. Dicukur oleh Bapaknya , atau kakeknya atau siap saja boleh
- atau hanya dicukur sebagian / dipangkas sedikit / dipendekkan
- tidak boleh disisakan sedikit , kuncung atau kliwir.

3. rambut hasil pencukuran ditimbang / dikira-kira dengan bobot berapa gram perak / emas . kemudian uangnya dishadaqahkan kepada keluarga dan atau tetangga yang tidak mampu. Terutama anak yatim

C. Pemberian nama
Waktu pemberian Nama ialah pada saat pemberian daging aqiqah itu juga dan diumumkan nama bayi tsb. Kalau sekarang nama tersebut dicetak dan dimasukkan dalam dus pemberian daging aqiqah
Nama tersebut dicetak semacam kartu nama dan dimasukkan dalam tempat pemberian daging yang telah dimasak tsb.
a. Menurut sunnah nama harus baik dan bagus , karena nama itu mengandung doa pengharapan orang tua. 
b. Nama yang baik , misalkan dengan kata / kalimat bhs setempat. Atau bhs Arab seperti FARID MA/RUF, yang artinya PEMBAGI YANG TERKENAL. Atau campuran bahasa Arab dengan bahasa daerah. . Atau mengambil kata yang terdapat dalam Al Qur’an: Ulil Albab, Ulil Abshor, Ulin Nuha. Dengan asma ul Khusna : Abdul Aziz, Abdur Rahman , Dengan nama Nabi –nabi , seperti : Muhammad, Yahya, Ismail, , dll
c. besuk di hari qiyamah, akan dipanggil menurut nama mereka masing-masing
d. SESERING MUNGKIN DIANTARA DOANYA, DISELINGI DOA MOHON KEBAIKAN KETURUNAN YANG BAIK :
 رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
YA ALLAH ANUGERAHILAH DARI ISTRI KAMI DAN KETURUNAN KAMI, ANAK CUCU YANG SHOLIH / SHOLIHAH
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
 "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri". AMIN

VII. AQIQAH PADA SETELAH HARI KETUJUH 
Dalil jika tidak bisa melakukan pada hari ke 7, maka dilakukan pada hari ke 14. Kalau pun tidak bisa juga pada hari ke 14 maka hari ke 21, sebagaimana hadits dari Aisyah Ishaq bin Rohawaih meriwayatkan:
Dari Ummu Kurz dan Abi Kurz:
نَذَرَتِ امْرَأَةٌ مِنْ آلِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ إِنْ وَلَدَتِ امْرَأَةُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ نَحَرْنَا جَزُورًا، فَقَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: «لَا بَلِ السُّنَّةُ أَفْضَلُ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ تُقْطَعُ جُدُولًا وَلَا يُكْسَرَ لَهَا عَظْمٌ فَيَأْكُلُ وَيُطْعِمُ وَيَتَصَدَّقُ، وَلْيَكُنْ ذَاكَ يَوْمَ السَّابِعِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَفِي أَرْبَعَةَ عَشَرَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَفِي إِحْدَى وَعِشْرِينَ 
 “Seorang wanita dari keluargaAbdurrohman bin Abu Bakar bernadzar, apabila istri Abdurrohman melahirkan seorang bayi maka aku akan menyembelih seekor unta, mendengar hal itu Aisyah berkata: “Jangan, mengerjakan kesunahan itu lebih utama, bagi anak lelaki 2 kambing yang besar, dan bagi anak perempuan satu kambing, yang dipotong sepenggal-penggal, dan tulangnya tidak dipecah, kemudian (dagingnya) dimakan dan disedekahkan. Dan itu semua hendaknya dikerjakan pada hari ke-7, jika tidak maka dikerjakan pada hari ke-14, dan jika tidak, maka dikerjakan pada hari ke-21”. 
Dari hadits ini timbul beberapa penafsiran :
a. Pendapat pertama, jika tidak bisa hari ke7 maka hari ke14. Jika tidak bisa juga hari ke14 maka hari ke21. Jika tidak bisa hari ke 21 maka tidak pelru melakukan aqiqah
b. Pendpat kedua, jika tidak bisa hari ke7 maka hari ke14. Jika tidak bisa juga hari ke14 maka hari ke21. Jika tidak bisa hari ke 21 maka dilakukan pada hari yang bisa dibagi 7 misal 28, 35 dst sampai waktu tak terbatas
c. Pendapat ketiga, Seandainya Aqiqah setelah dewasa disyariatkan maka tidak ada gunanya memberikan batasan hari ketujuh, atau maksimal 21 dalam ijtihad Aisyah. Seharusnya pula ada riwayat shahih yang lugas menunjukkan disyariatkannya Aqiqah setelah baligh. Masalahnya, tidak ada satupun Nash shahih yang menunjukkan disyariatkannya Aqiqah setelah baligh, sehingga bisa dikatakan tidak ada kesunnahan melakukan Aqiqah setelah baligh sebagaimana tidak ada anjuran mengaqiqahi diri sendiri. Artinya jika orangtua pada saat kelahiran bayi tidak mampu melakukan aqiqah pada hari ke tujuh, maka orangtua tidak perlu lagi mengaqiqahi . 
Karena semua hadits yang menyatakan dibolehkan aqiqah pada hari ke 7, 14, 21 semua kurang kuat. Semisall hadits riwayat Thobrony. hadis ini adalah dhoif karena ada rowi Ismail bin Muslim) Namun demikian Imam Malik dalam kitabnya , At-Tamhid menyatakan bahwa: “Tidak dilaksanakan aqiqah bagi mereka yang sudah dewasa dan tidak dilaksanakan aqiqah bagi bayi yang dilahirkan kecuali pada hari ke tujuh dan jika melebihi hari ketujuh maka tidak perlu dilaksanakan aqiqah.” (At-Tamhid 4/312)

PENULIS PUN JUGA SAMA DENGAN PENDAPAT KETIGA INI, KARENA :

1. PADA HAKEKATNYA AQIQAH ADALAH UPACARA PEMBERIAN NAMA BAYI.

2. HADITS SECARA JELAS MENYEBUT HARI KE TUJUH.

VIII. AQIQAH DIRI SENDIRI
Imam Malik rahimahullah berpendapat tidak perlunya mengakikahi diri sendiri. Imam Malik berkata, “Tidak perlu mengakikahi diri sendiri karena hadits yang membicarakan hal tersebut dho’if. 
Lihatlah saja para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum diakikahi di masa jahiliyah, apakah mereka mengakikahi diri mereka sendiri ketika telah masuk Islam? Jelaslah itu suatu kebatilan.” (Al Mudawanah Al Kubro karya Imam Malik dengan riwayat riwayat Sahnun dari Ibnu Qosim, 5: 243. Dinukil dari Fathul Qorib, 2: 252).
Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum mengakikahi untuk diri sendiri. Hal ini dikarenakan kevalidan hadits yang membicarakan masalah ini,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَرَّرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ مَا بُعِثَ بِالنُّبُوَّةِ "
Dari ‘Abdullah bin Muharrar, dari Qataadah, dari Anas, ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi dirinya setelah diutus sebagai nabi” [Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq no. 7960, HR. Al Baihaqi 9: 300].
Riwayat ini tidak bisa dijadikan sebagai Hujjah/dalil/dasar hukum untuk diamalkan karena ada perawi yang bernama Abdullah bin Al-Muharror. 
- Al-Bazzar mengatakan; dia Dhaif Jiddan (sangat lemah). 
- Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (8: 250) berkata, “Hadits ini adalah hadits bathil. 
- Al Baihaqi mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits munkar. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari ‘Abdur Rozaq, ia berkata, “Mereka meninggalkan ‘Abdullah bin Muharror disebabkan hadits ini.” 
- Al Hafizh mengatakan bahwa Abdullah bin Muharror itu matruk (ditinggalkan).
- Abu Daud mengomentari hadits ini dalam masailnya bahwa ia pernah mendengar Imam Ahmad menyebutkan hadits Haytsam bin Jamil, dari ‘Abdullah bin Mutsanna, dari Tsumamah, dari Anas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri. Imam Ahmad berkata, dari ‘Abdullah bin Muharror, dari Qotadah, dari Anas, ia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi dirinya sendiri. Imam Ahmad mengatakan hadits ini munkar. 
- Imam Ahmad mendho’ifkan ‘Abdullah bin Muharror.”

IX. ANAK MENGAQIQAHI ORANG TUA
Tidak ada satu haditspun yang menjelaskan anjuran anak yang telah dewasa dan mampu/kaya kemudian mengaqiqahi orangtuanya. Baik orang tua itu masih hidup apalagi sudah wafat

X. SELAPANAN
Tradisi selapanan sering dikenal dalam adat jawa. Tradisi Selapanan adalah suatu bentuk upacara selamatan kelahiran yang diselenggarakan pada waktu bayi telah berusia 35 hari, dan diisi dengan upacara pencukuran rambut dan pemotongan kuku jari bayi. Tidak jarang tradisi selapan ini dibarengi dengan prosesi aqiqah. Padahal aqiqah sendiri adalah ajaran Islam,.namun pada kebanyakan masyarakat jawa yang mengadakan acara selapan dibarengi aqiqah dilakukan pada 35 hari setelah bayi lahir. dan pelaksanaan itu sendiri disesuaikan dengan hari weton yang berasal dari penanggalan Jawa yaitu: Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing dengan mengadakan kenduri. 
Banyak tradisi – tradisi yang berbau mitos yang dilakukan pada saat prosesi selapan itu sendiri dilaksanakan. Contohnya saja dari bahan – bahan makanan yang digunakan pada saat mengadakan bancakan selapanan. Bahan – bahan tersebut diantaranya : Tumpeng weton, Sayur 7 macamm semua boleh dipotong kecuali kangkung dan kacang panjang, Telor ayam direbus sebanyak 7, 11, atau 17 butir, Cabai, bawang merah, Bumbu gudangan TIDAK PEDAS, Kalo/saringan santan dari bamboo, Buah-buahan sebanyak 7 macam , harus dengan pisang raja, Kembang Setaman, Bubur 7 rupa. Semua bahan – bahan tersebut harus ada dan tidak boleh ada yang tertinggal satupun. 
Tidak hanya sampai disitu, tradisi yang sarat akan nuansa Hindu ini pun masih berlanjut. Yang pertama Tumpeng weton diletakkan di kamar bayi, setelah itu dimantrai baru boleh dimakan. 
Lalu ada banyak tradisi yang kurang logis biasanya dilakukan pada kebanyakan orang “kejawen” lakukan pada tradisi ini, yaitu, membancaki tempat ari – ari bayi dan memberikan tumpeng kecil di tempat ari – ari bayi dikuburkan. Rambut cukuran si bayi dan air tempat menyucinya disiramkan di atas kuburan ari – ari bayi dan yang terakhir memberikan bunga dibawah tempat tidur si bayi. Namun alhamdu lillah sesuai perkembangan jaman tradisi – tradisi semacam itu sudah mulai ditinggalkan. 
Meskipun berbau hal – hal tidak logis dan bersifat “ kejawen” namun tradisi selapan adalah tetap merupakan suatu tradisi yang harus dilakukan oleh masyarakat jawa tentunya. Namun banyak hal – hal yang harus diluruskan dalam tradisi ini apalagi bagi para muslim yang tidak pernah pernah mengenal ajaran menyembah atau memohon pertolongan dan keselamatan selain kepada Allah SWT. ada suatu ayat “Dan janganlah kamu memohon / berdo”a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106). Jelas-jelas bahwa kita tidak sepantasnya meminta suatu hal selain kepadaNya saja. Takut dan berlindung hanya kepada Nya saja
Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya meminta doa kepada orang lain, orang yang sudah meninggal, yang momong, dan sebagainya yang sering dilakukan didalam tradisi jawa seharusnya ditiadakan atau diganti dengan mendoakan mereka dan bukan meminta kepada mereka. Hal hal seperti selapanan contohnya akan bisa menjadi hal yang menyesatkan ajaran agama jika tidak diganti niatannya. 
Tradisi jawa memang harus selalu di lestarikan tapi seharusnya kita memahami dan mengarti tentang isi dari tradisi tersebut agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Islam masuk di Jawa melalui wali songo, dan mereka mengajarkan dengan cara halus, akulturasi, saat hindu masih subur di tanah Jawa. 35 hari, 100 hari, itu merupakan angka-angka hindu termasuk sesaji merupakan ajaran hindu. Mungkin itu sebabnya masih ada budaya hindu di kejawen.
Budaya kejawen disini menurut saya bisa berbahaya dan mengarah kepada paganism jika tidak diluruskan niatan dan tujuannya. Memang secara filosofi budaya Jawa memang sangat kuat,. Banyak hal hal yang menarik di budaya Jawa. Perlu kita lestarikan tradisi-tradisi yang baik. Dan amat sangat berpengaruh akan lemahnya keimanan bayi kelak setelah dewasa. Dan ini kesalahan besar bagi orangtua yang mendambakan anaknya kelak menjadi anak shaleh.

Minggu, 26 Januari 2025

beberapa panggilan dalam Al Quran


1.Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah setan, sesungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu(2.168)

2. wahai orang² yg beriman, makanlah dari rezeki yg baik yg kami berikan kepada u & bersyukurlah jika km hanya menyembah kepadaNya(2.172)

3.Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.(2.208)

4. Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datangnya hari dimana tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang dzalim.”(2.254)

5.  Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu(4.01)

6. Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.(5.01)

7.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.(5.02)

8.wahai manusia! sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari tuhanmu (4.174)

9.Wahai orang² yg beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) maka berteguhhatilah dan sebut (nama) Allah banyak banyak(8.45)

10.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu jadikan bapak²mu dan saudara²mu sebagai pelindung(9.23)

11. wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran(Al-quran)dari tuhanmu,penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman(10.57)

12. wahai manusia!  Telah datang kepadamu kebenaran(Al-Quran) dari tuhanmu(2.185)

13. wahai manusia! Bertakwalah kepada tuhanmu;sungguh guncangan  (hari) kiamat adalah suatu (kejadian) yg sangat besar (22.1)

14.Wahai manusia, jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, sesungguhnya Kami telah menciptakan (orang tua) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian (kamu sebagai keturunannya Kami ciptakan) dari setetes mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, baik kejadiannya sempurna maupun tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu (tanda kekuasaan Kami dalam penciptaan). Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian, Kami mengeluarkanmu sebagai bayi, lalu (Kami memeliharamu) hingga kamu mencapai usia dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun). Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.(22.5)

15. Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya(49.1)

16. Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi dan jangnlah km berkata kepadanya dg suara yg keras..(49.2)

17. Wahai orang² yg beriman! Janganlah suatu kaum memperolok² kaum yg lain,(karena (49.11)

18. Wahai orang² yg beriman! Jika seseorang yg fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (49.6)

19.Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.(3.100)

20.wahai manusia!sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki² dan seorang perempuan(49.13)

21.Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) karena rasa kasih sayang (kamu kepada mereka). Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu (dari Makkah) karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih tahu tentang apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Siapa di antara kamu yang melakukannya sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus.(60.1)

22.Wahai orang² yg beriman! Apabila perempuan² mukmin datang kepadamu hendaklah kamu uji (keimanan)(60.10)

23.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu jadikan orang²yg dimurkai Allah sebagai penolongmu(60.13)

24.Wahai orang² yg beriman! maukah km ak tunjukkan suatu perdagangan  (61.10)

25.Wahai orang² yg beriman! Jadilah kamu penolong²(agama)Allah sebagaimana.. (61.14)

26.Wahai orang² yg beriman! Sesungguhnya di antara istri² dan anak²mu ada yg menjadi(65.14)

27.Wahai orang² yg beriman!  Bertobatlah kepada Allah dgn tobat yg semurni-murninya(66.8)

28. Wahai manusia! sembahlah tuhanmu yg menciptakan km dan orang² yg sebelum km agar km bertaqwa(2.21)

29.Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.(2.264)

30. Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.(2.267)

31.Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya). Hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia menguranginya sedikit pun. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Mintalah kesaksian dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada) sehingga jika salah seorang (saksi perempuan) lupa, yang lain mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Janganlah kamu bosan mencatatnya sampai batas waktunya, baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu pada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Maka, tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak mencatatnya. Ambillah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah pencatat mempersulit (atau dipersulit), begitu juga saksi. Jika kamu melakukan (yang demikian), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan padamu. Bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(2.282)

32.Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin(2.278)

33.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir.(3.118)

34.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.(3.130)
35.Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menaati orang-orang yang kufur, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad). Akibatnya, kamu akan kembali dalam keadaan merugi.(3.149)

36.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah seperti orang-orang yang kufur dan berbicara tentang saudara-saudaranya, apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Seandainya mereka tetap bersama kami, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Allah membiarkan mereka bersikap demikian) karena Allah hendak menjadikan itu (kelak) sebagai penyesalan di hati mereka.(3.156)

37.Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.(4.19)

38.Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.(4.29)

39.Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(-mu), lalu Kami putar ke belakang (sebagai penghinaan) atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Ketetapan Allah (pasti) berlaku(4.47)

40. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.(4.43)

41.Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang disucikan dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman(4.57)
42.Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama (serentak).(4.71)

43.Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.(4.135)
44. Wahai orang-orang yang beriman, persaksian di antara kamu, apabila telah datang kepada salah seorang (di antara) kamu (tanda-tanda) kematian, sedangkan dia akan berwasiat, adalah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang selain kamu (nonmuslim) jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Jika kamu ragu (akan kesaksiannya), tahanlah kedua saksi itu setelah salat agar bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Sesungguhnya jika demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa(5.106)

45.Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(2.153)

46.Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa(2.183)

47. Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan perempuan dengan perempuan. Siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah mengikutinya dengan cara yang patut dan hendaklah menunaikan kepadanya dengan cara yang baik. Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.(2.178)

48.Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.(3.200)

49.Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.(3.102)
50.Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang yang sesat itu tidak akan memberimu mudarat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, lalu Dia akan menerangkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.(5.105)

51.Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(5.93)

52.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu, "Kamu bukan seorang yang beriman," (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.(4.94)

53.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu, "Kamu bukan seorang yang beriman," (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.(4.144)

54.Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(4.170)

55.Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran (Nabi Muhammad dengan mukjizatnya) dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).(4.174)

56.“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(5.08)

57.Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.(5.06)

58.Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.(5.11)

59.Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.(5.54)

60.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik)(5.57)

61.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(5.87)

62.Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.(5.90)

63.Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah pasti akan mengujimu dengan sesuatu dari hewan buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Siapa yang melanggar (batas) setelah itu, baginya azab yang pedih.(5.94)

64.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun(5.101)

65. Wahai orang-orang yang beriman, persaksian di antara kamu, apabila telah datang kepada salah seorang (di antara) kamu (tanda-tanda) kematian, sedangkan dia akan berwasiat, adalah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang selain kamu (nonmuslim) jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Jika kamu ragu (akan kesaksiannya), tahanlah kedua saksi itu setelah salat agar bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Sesungguhnya jika demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”(5.106)

66. “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang kafir.(6.130)

67.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub).(4.43)

68.Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya).(8.20)

69.Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat)Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.(4.59)

70.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan, “Rā‘inā.” Akan tetapi, katakanlah, “Unẓurnā” dan dengarkanlah. Orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.(2.104)

71.Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya(4.171)

72.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya (ialah menggantinya) dengan hewan ternak yang sepadan dengan (hewan buruan) yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu (hewan kurban) yang (dibawa) sampai ke Ka‘bah atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lalu. Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Mahaperkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas.(5.95)

73.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(5.87)

74.Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetah(5.54)

75.Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka(orang² kafir teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(5.51)

76. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.(5.35)

77.Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.(5.08)

78.Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat.(7.26)

79.Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong bagi orang-orang yang tidak beriman.(7.27)

80.Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.(7.35)

81.(Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.(7.31)

82.Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur).(8.15)

83.Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya).(8.20)

84.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.(8.27)

85.Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.(8.24)

86.Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.(8.45)

87.Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(9.23)

88.Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(9.28)

89.Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih(9.34)

90.Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.(9.38)

91.Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!(9.119)

92.Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa.(9.123)

93.Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.(10.57)

94.Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, aku tidak menyembah (apa atau siapa) yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku diperintah supaya aku termasuk orang-orang mukmin.”(10.104)

95.Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu. Maka, siapa yang mendapatkan petunjuk, sesungguhnya petunjuknya itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Aku bukanlah penanggung jawab kamu.”(10.108)

96.Allah berfirman,) “Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak(19.12)(Yahya orang beriman)

97.Wahai manusia, jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, sesungguhnya Kami telah menciptakan (orang tua) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian (kamu sebagai keturunannya Kami ciptakan) dari setetes mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, baik kejadiannya sempurna maupun tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu (tanda kekuasaan Kami dalam penciptaan). Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian, Kami mengeluarkanmu sebagai bayi, lalu (Kami memeliharamu) hingga kamu mencapai usia dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun). Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.(22.5)

98.Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar.(22.01)

99.Wahai manusia, suatu perumpamaan telah dibuat. Maka, simaklah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka pun tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. (Sama-sama) lemah yang menyembah dan yang disembah.(22.73)

100.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran.(24.27)

101.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.(24.21)

102. Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka perbuat.(24.30)

103.Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.(24.31)

104.Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali, yaitu sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari, dan setelah salat Isya. (Itu adalah) tiga (waktu yang biasanya) aurat (terbuka) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu. (Mereka) sering keluar masuk menemuimu. Sebagian kamu (memang sering keluar masuk) atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat kepadamu. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(24.58)
105.Kepada penduduk Madyan (Kami utus) saudara mereka, (yaitu) Syuʻaib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan janganlah berkeliaran di bumi untuk berbuat kerusakan.”(29.36)

106.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.(33.49)

107.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.(33.69)

108.Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.(33.70)

109.Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah. Hanya Allah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji.(35.15)
110.Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.(35.05)
111.Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.(39.10)

112.Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(39.53)

113.Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.(49.06)

114.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.(49.11)

115.Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu (ingin) melakukan pembicaraan rahasia dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Hal itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Akan tetapi, jika kamu tidak mendapatkan (apa yang akan disedekahkan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(58.12)

116.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.(60.18)

117.Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) karena rasa kasih sayang (kamu kepada mereka). Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu (dari Makkah) karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih tahu tentang apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Siapa di antara kamu yang melakukannya sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus.(60.01)

118.Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui (keadaan) mereka bahwa mereka (benar-benar sebagai) perempuan-perempuan mukmin, janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar mahar kepada mereka. Janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir. Hendaklah kamu meminta kembali (dari orang-orang kafir) mahar yang telah kamu berikan (kepada istri yang kembali kafir). Hendaklah mereka (orang-orang kafir) meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(60.10)

119.Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui (keadaan) mereka bahwa mereka (benar-benar sebagai) perempuan-perempuan mukmin, janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar mahar kepada mereka. Janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir. Hendaklah kamu meminta kembali (dari orang-orang kafir) mahar yang telah kamu berikan (kepada istri yang kembali kafir). Hendaklah mereka (orang-orang kafir) meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(61.10)

120.Wahai orang-orang yang beriman, jadilah penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah para penolongku menuju kepada (pertolongan) Allah?” Para pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.” Maka, segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kufur. Lalu, Kami menguatkan orang-orang yang beriman menghadapi musuh-musuh mereka sehingga menjadi orang-orang yang menang.(61.14)

121.Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?(61.13)

122.Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(64.14)

123.Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah. Siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui boleh jadi setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.(65.14)(nabi orang beriman

124.Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(66.6)

125.Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.”(7.158)

126.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.(8.27)

127.Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya).(8.20)

Allahu a'lam bishawab Semoga bermanfaat, Mohon maaf bila terdapat yang kurang atau double mohon dikoreksi dalam komentar, terimakasih

Sabtu, 25 Januari 2025

tabel Thoharoh

By pak busrowi

ayat yang hanya Allah yang tahu(huruf² muqata 'ah)

1. Alif lam mim(2.1)(3.1)(29.1)(30.1)(31.1)(32.1)(69.1)(32.1)
2.alif lam ra(10.1)(11.1)(12.1)(13.1)(14.1)(15.1)
3.nun(68.1)
4.yasin(36.1)
5.mim 
6.alif lam mim sad(7.1)
7.taha(20.1)
8.kaf ha ya ain sad(19.1)
9.ta sin mim(26.1)(28.1)
10.ta sin(27.1)
11.sad(38.1)
12.ha mim(40.1)(41.1)(42.1)(43.1)(44.1)(45.1)(46.1)
13.qaf(50.1)
14.alif lam mim sad(7.1)
15.ta sin mim(26.1)
16.ha mim(40.1)(41.1)(42.1)(43.1)(44.1)
(45.1)(46.1)
17.ta ha (20.1)

Rabu, 15 Januari 2025

PAP 11 Februari 2024

oleh ustadz Hendra Wijayanto @ Masjid Al-Iklas Semin. Malaikat Israfil tugasnya meniup terompet 1. Saat hari kiamat 2. Saat hari kebangkitan di Padang Mahsyar Tidak semua kejadian itu bisa dinalar seperti tugasnya malaikat Israfil sekarang apa? Di Padang Mahsyar semua manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang bulat tanpa alas kaki belum berkhitan dan Masing masing orang sibuk mengurusi diri sendiri sehingga tak sempat melihat orang lain Semua harta di dunia tak dibawa sehingga tak bermanfaat lagi kecuali harta yg telah disedekahkan Semua manusia akan berkeringat dan jumlah keringatnya sesuai dengan amalnya masing masing ada yg setinggi lutut, setinggi perut, setinggi wajah dan ada yg tenggelam HR Bukhari muslim: ada 7 golongan mendapat naungan Allah sehingga matahari yg tingginya satu jengkal tidak terasa panas 1. Imam yg adil 2. Orang yg kangen masjid 3. Remaja yg taat pada Allah 4. Dua orang saling mencintai karena Allah 5. Orang laki laki yg tidak mau diajak zina 6. Orang sedekah diam diam 7. Orang yg dzikir diam diam sampai meneteskan air mata.
Sakinah: ketenangan, Pengajian jaminannya ketenangan Duduk di masjid bagaikan duduk di serambi surga sehingga sangat wajar jika merasa tenang dan senang Tak ada kemutlakan di mata manusia misal kita berbuat baik dianggap jelek dan saat berbuat jelek malah dianggap baik sehingga kita tak akan lepas dari fitnah orang lain Tembung Jawa: nandur pari Tukul suket lan nandur suket ora Tukul pari (suket teki) Jika punya masalah jangan dibawa kemana mana supaya kita bisa nyaman di manapun berada Orang diberi ujian pasti ada nikmatnya Orang diberi kaya raya tapi sulit punya anak Orang miskin malah diberi banyak anak Orang Jawa: banyak anak banyak rejeki Jangan mudah su'udzan pada orang lain sebab akan menyiksa diri Hidup jangan membanding bandingkan rejeki dengan orang lain sebab rejeki rahasia Allah Harga diri laki laki adalah bekerja sehingga menjadi tulang punggung keluarga tapi istri minta nafkah sesuai kemampuan Suaminya jangan sampai menuntut diluar kemampuan Suaminya Rasulullah berpesan pada para suami agar pandai pandai menasehati istrinya sebab jika dipaksa akan patah tapi jika dibiarkan akan bengkok terus

berbagai panggilan dalam al quran







1.Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah setan, sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu(2.168)
2.wahai orang²yg beriman, makanlah dari rezeki yg baik yg kami berikan kepada u & bersyukurlah jika km hanya menyembah kepadanya(2.172)
3.wahai orang² yg beriman!masuklah ke dalam islam secara keseluruhan(2.208)
4. Wahai orang² yg beriman!infakkanlah sebagian dari rezeki yg telah berikan kepadamu sebelum datang hari...
(2.254)
5.wahai manusia!bertakwalah kepada tuhanmu(4.1)
6. Wahai orang² yg beriman! Penuhilah janji²(5.1)
7.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu melanggar syiar² kesucian Allah(5.2)
8.wahai manusia! sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari tuhanmu (4.174)
9.Wahai orang² yg beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) maka berteguhhatilah dan sebut (nama) Allah banyak banyak(8.45)
10.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu jadikan bapak²mu dan saudara²mu sebagai pelindung(9.23)

11.wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran(Al-quran)dari tuhanmu,penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman(10.57)
12.wahai manusia!  Telah datang kepadamu kebenaran(Al-Quran) dari tuhanmu(2.185)
13.wahai manusia! Bertakwalah kepada tuhanmu;sungguh guncangan  (hari) kiamat adalah suatu (kejadian) yg sangat besar (22.1)
14.wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari)kebangkitan,maka sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah,kemudian dari setetes mani...(22.5)
15.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya(49.1)
16.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi dan jangnlah km berkata kepadanya dg suara yg keras..(49.2)
17.Wahai orang² yg beriman! Janganlah suatu kaum memperolok² kaum yg lain,(karena (49.11)
18.Wahai orang² yg beriman! Jika seseorang yg fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (49.6)
19.Wahai orang² yg beriman!
20.wahai manusia!sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki² dan seorang perempuan(49.13)
21.Wahai orang² yg beriman! Janganlah km menjadikan musuh musuhKu dan musuhmu sebagai teman² setia..(60.1)
22.Wahai orang² yg beriman! Apabila perempuan² mukmin datang kepadamu hendaklah kamu uji (keimanan)(60.10)
23.Wahai orang² yg beriman! Janganlah kamu jadikan orang²yg dimurkai Allah sebagai penolongmu(60.13)
24.Wahai orang² yg beriman!maukah km ak tunjukkan suatu perdagangan  (61.10)
25.Wahai orang² yg beriman! Jadilah kamu penolong²(agama)Allah sebagaimana.. (61.14)
26.Wahai orang² yg beriman! Sesungguhnya di antara istri² dan anak²mu ada yg menjadi(65.14)
27.Wahai orang² yg beriman!  Bertobatlah kepada Allah dgn tobat yg semurni-murninya(66.8)
28. Wahai manusia!sembahlah tuhanmu yg menciptakan km dan orang² yg sebelum km agar km bertaqwa(2.21)
29.Wahai orang² yg beriman!  Janganlah  km merusak sedekahmu(2.264)
30.Wahai orang² yg beriman! Ingatlah
(2.267)
31.Wahai orang² yg beriman!  (2.282)
32.Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
(3.100)
33.(3.118)
34.(3.130)
35.(3.149)
36.(3.156)
37.(4.19)
48.(4.29)
49.Wahai orang² yg telah diberi kitab..(4.47)
50.(4.43)
51.(4.57)
52.(4.71)
53.(4.135)
54.(5.1)
55.(2.153)
56.
57.
58.
59.
60.

61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.

Selasa, 07 Januari 2025

berbagai doa dg rabbana

🕋 *Bissmillah* saudara ku ini ada 40 doa *Rabbana*, mungkin ada yang membutuhkan, mudah2an bermanfaat untuk mempermudah kita merutinkan membaca doa2 ini di setiap waktu. 🙏🙏🙏

*A Letter to Allah* 🤲🏻

*Menyelami Untaian Doa 40 Rabbana Dalam Al qur'an*

Ustd. Abu Bassam Oemar Mita

*1. Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaban naar* (Al Baqarah 201)

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka

*2. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim* (Al Baqarah 127)

Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

*3. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmah innaka antal wahhaab* (Ali Imran 8)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

*4. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunannaa minal khaasiriin* (Al A'raf 23)

Ya Rabb kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang2 yg rugi.

*5. Rabbanaaghfirlanaa wa li ikhwaaninaa alladziina sabaquuna bil iimaani wa la taj'al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanu rabbanaa innaka rauufur rahiim.*

Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara2 kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang2 yg beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.

*6. Rabbanaa laa tuaakhidznaa in-nasiina au akhta'na* (Al Baqarah 286)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.

*7. Rabbana wala tahmil 'alainaa isran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa* (Al Baqarah 286)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang2 sebelum kami.

*8. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaqata lanaa bih wa'fu 'annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin* (Al Baqarah 286)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yg kami tidak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang2 kafir.

*9. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba'nar-rasuula faktubnaa ma'asy-syaahidiin* (Ali Imran 53)

Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yg Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan org yg memberi kesaksian.

*10. Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin* ( Al A'raf 126)

Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.

*11. Rabbanaa laa taj'alnaa ma 'al-qaumizh zhaalimiin*(Al A'raf 47)

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang2 zalim itu.

*12. Rabbanaa anzil 'alainaa maa-idatan minas-samaa-i takunu lanaa 'iidan li-awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka war-zuqnaa wa anta khairur-raaziqin* ( Al Maidah 114)

Wahai Rabb kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang2 yg sekarang bersama kami maupun yg datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik2 pemberi rezeki.

*13. Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa*
( Al Furqan 74)

Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi org2 yg bertakwa.

*14. Rabbanaa atmim lanaa nuuranaa waghfirlanaa, innaka 'alaa kulli syain qadir*
(At Tahrim 8)

Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

*15. Rabbanaa 'alaika tawakalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal mashiir*
( Al Mumtahanah 4)

Wahai Rabb kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kamu bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali

*16. Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi' lanaa min amrinaa rasyadaa*
(Al Kahfi 10)

Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.

*17. Rabbanagh-firlii wa liwaalidayya wa lilmu'miniina yauma yaqumul hisaab*
(Ibrahim 41)

Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)

*18. Rabbanaa innaka ta'lamu maa nukhfii wa maa nu'linuu, wa maa yakhfaa 'ala-llaahi min syain fiil- ardhi wa laa fis-samaa-i*
(Ibrrahim 30)

Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yg kami sembunyikan dan apa yg kami tampakkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yg ada di bumi maupun yg ada di langit

*19. Rabbanagh-firlanaa dzunuubanaa wa israafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafiriin*
( Ali Imran 147)

Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.

*20. Rabbanaa innaka jaami'un- naasi li yaumin laa raiba fiihi innallaaha laa yukhliful-mii'aad*
(Ali Imran 9)

Wahai Rabb kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh Allah tidak menyalahi janji

*21. Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa subhaanaka faqinaa 'adzaaban-naar*
(Ali Imran 191)

Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

*22. Rabbanaa innaka man tudkhilin-naara faqad akhzaitah wa maa lizh-zhaalimiina min Anshaar*
(Ali Imran 192)

Ya Rabb kami, sesungguhnya orang yg Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang2 yg zhalim

*23. Rabbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadi lil iimani an aaminuu birabbikum fa aamannaa*
(Ali Imran 193)

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman."

*24. Rabbanaa fagh-firlanaa dzunuubanaa wa kaffir 'annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma'al abraar*
(Ali Imran 193)

Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti

*25. Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan lil qaumizh-zhaalimiin. Wa najjinaa bi rahmatika minal qaumil kaafiriin*
(Yunus 85-86)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran kezhaliman oleh kaum yg zholim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum yg kafir.

*26. Rabbanaa wa adkhilhum jannaati 'adnil-latii wa 'adtahum wa man shalaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyyatihim innaka antal 'aziizul hakiim*

Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan org2 yg shaleh di antara bapak2 mereka, dan istri2 mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

*27. Rabbanaa innaka raufurrahiim*
(Al Hasr 10)

Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang

*28. Rabbanaa laghafuurun syakuur*

Sesungguhnya Rabb kami benar2 Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri

*29. Rabbanaa wa taqabbal du'aa*
(Ibrahim 40)

Ya Rabb kami perkenanlah doaku

*30. Rabbana wasi'ta kulla syai-in rahmatan wa 'ilman faghfir lilladziina taabuu wattaba'uu sabiilaka wa qihim 'adzaabal jahiim*
(Ghaafir 7)

Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada org2 yg bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yg menyala2

*31. Rabbanaa innanaa nakhaafu an yafrutha 'alainaa au an yathghaa*
(Thaha 45)

Keduanya berkata, "Ya Rabb kami, sungguh kami khawatir dia (Fir'aun) akan menyiksa kami atau bertambah melampaui batas

*32. Rabbanaa aamannaa faghfirlanaa warhamnaa wa anta khairur raahiimiin*
(Al Mu'minuun 109)

Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah sebaik2 pemberi rahmat.

*33. Rabbanaa aamannaa fak tubnaa ma'asy syaahidiin*
(Al Maidah 83)

Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang2 yg mjd saksi (atas kebenaran Al qur'an dan kenabian Muhammad)

*34. Rabbanaf-tah bainanaa wa baina qauminaa bil haqqi wa anta khairul faatihiin*
(Al A'raf 89)

Ya Tuhah kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik2nya yakni Engkau sebaik2 hakim

*35. Rabbanaa wa aatinaa maa wa'ad tanaa 'alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamati, innaka laa tukhliful mi'aad*
(Ali Imran 194)

Ya Rabb kami, berilah kami apa yg telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul2 Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

*36. Rabbanaa-shrif 'annaa 'adzaaba jahannama inna 'adzaabahaa kaana gharaama. Innahaa saa-at mustaqarra wa muqaama*
(Al Furqan 65-66)

Ya Rabb kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yg kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk2 tempat menetap dan tempat kediaman

*37. Rabbanaa waj'alnaa muslimain laka wa min dzurriyatina ummatan muslimatan laka, wa arinaa manaasikanaa watub'alainaa innaka antat-tawwaabur-rahiiim*
(Al Baqarah 128)

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara2 dan tempat2 ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

*38. Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafiriin*
(Al Baqarah 250)

Ya Rabb kami limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi org2 kafir

*39. Rabbanaa innanaa aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa wa qinaa 'adzaaban naar*
(Ali Imran 16)

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka

*40. Rabbanaa laa taj-alnaa fitnatan lilladziina kafaruu waghfirlanaa rabbanaa innaka antal 'azizul hakiim*
(Mumtahanah 5)

Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang2 kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana